Negara-Negara Ini Hentikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Beberapa negara dilaporkan telah menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Tindakan ini dilakukan setelah adanya laporan mengenai kasus penggumpalan darah pada orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin tersebut.

Keputusan ini jelas bertentangan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO mengimbau negara-negara tersebut tidak menghentikan program vaksinasi.

WHO mengatakan tidak ada bukti bahwa kasus penggumpalan darah disebabkan oleh vaksin yang dikembangkan AstraZeneca bersama Universitas Oxford.

gambar vaksin COVID-19 AstraZeneca
Sumber gambar dari Okezone.com

Badan pengawas obat-obatan Eropa (EMA) mengatakan jumlah kasus tromboemboli (bekuan darah serta bekuan darah yang bergerak) pada orang yang divaksin tidak lebih tinggi dari jumlah pada orang secara umum.

Pada 10 Maret 2021, dilaporkan ada 30 kasus kejadian tromboemboli yang terjadi di antara hampir lima juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.

Vaksin COVID-19 yang sudah diberikan pada orang-orang hingga 12 Maret berjumlah lebih dari 300 juta dosis. Sejauh ini, tidak ada kasus kematian yang ditemukan akibat vaksin COVID-19, kata WHO melalui pernyataan pada Senin 15 Maret 2021.

Lebih dari 10 juta orang di Inggris telah menerima vaksin –tanpa bukti bahwa mereka mengalami efek samping serius terkait suntikan itu, kata WHO.

Daftar Negara yang Menghentikan Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca

DENMARK

Pada Kamis (11/3/2021) menangguhkan penggunaan vaksin itu selama dua minggu setelah melaporkan gejala “sangat tidak biasa” pada warga negara berusia 60 tahun. Warga tersebut meninggal karena pembekuan darah setelah disuntik vaksin.

AUSTRIA

Pada 7 Maret menghentikan sementara penggunaan satu kelompok pasokan vaksin setelah satu orang meninggal dan satu lainnya sakit. Kelompok pasokan itu dikirim ke 17 negara anggota Uni Eropa.

BULGARIA

Menghentikan vaksinasi sampai badan pengawas Eropa mengirimkan pernyataan tertulis yang dapat menghilangkan semua keraguan tentang keamanan vaksin tersebut.

PRANCIS

Akan berhenti memberikan vaksin sambil menunggu kajian dari badan pengawas obat-obatan Eropa.

ISLANDIA

Pada 11 Maret menghentikan sementara penggunaan vaksin, setelah Norwegia mengambil langkah serupa. Islandia menunggu hasil investigasi badan pengawas obat-obatan Eropa.

JERMAN

Pada 15 Maret, sebagai tindakan “pencegahan”, menangguhkan penggunaan vaksin tersebut.

IRLANDIA

Pada hari Minggu untuk sementara menghentikan penyuntikan vaksin tersebut sebagai langkah “kehati-hatian”, sambil menunggu informasi lebih lanjut dari regulator Eropa.

ITALIA

Pada 15 Maret menyatakan berhenti menggunakan vaksin itu sebagai “tindakan pencegahan dan sementara” sambil menunggu keputusan badan pengawas obat-obatan Uni Eropa. Sebelumnya, tiga kelompok vaksin yang berbeda (ABV2856, AV6096 dan ABV5811) juga ditangguhkan di berbagai wilayah.

BELANDA

Pemerintah menunda program vaksinasi karena melihat kasus efek samping di negara-negara lain. Pada Senin, badan terkait di negara itu melaporkan 10 kasus efek samping yang merugikan dari vaksin tersebut.

ROMANIA

Pada tanggal 11 Maret menyatakan berhenti untuk sementara waktu menjalankan vaksinasi dengan satu kelompok vaksin.

NORWEGIA

Pada 11 Maret menghentikan peluncuran vaksin dan mengatakan tiga petugas kesehatan sedang dirawat karena mengalami perdarahan, penggumpalan darah, dan penurunan jumlah trombosit.

SPANYOL

Pada Senin, menteri kesehatan mengatakan negara itu akan berhenti menggunakan vaksin tersebut, setidaknya selama dua minggu. Penangguhan itu diumumkan setelah empat wilayah menghentikan pemberian satu kelompok dosis.

THAILAND

Vaksinasi akan dilanjutkan pada 15 Maret, setelah peluncuran penyuntikan vaksin ditunda minggu lalu.

INDONESIA

Pada 15 Maret 2021 menunda pemberian vaksin sambil menunggu hasil kajian WHO.