Sekolah Tatap Muka Siap Dibuka di 14 Provinsi, Juli 2021

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada bulan Januari lalu. Terdapat 14 provinsi yang dinilai sudah siap melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Di antaranya yaitu Provinsi Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat.

Sejauh ini belum ditentukan tanggal pembukaan sekolah. Pemerintah sedang menuntaskan surat keputusan bersama (SKB) terkait sekolah tatap muka. Di mana SKB ini akan mengatur secara detail pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Pembukaan sektor pendidikan di 14 provinsi tersebut harus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan prinsip pembukaan sosial ekonomi untuk masyarakat, yang tetap produktif dan aman Covid-19,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (25/3/2021).

gambar sekolah tatap muka
foto: nasional.okezone.com

Wiku mengingatkan, adanya kelonggaran ini harus dijalankan secara hati-hati oleh setiap institusi pendidikan. Terutama perlu adanya pengawasan ketat yang didampingi oleh pemerintah daerah.

“Adanya kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah, mohon pelaksanaanya dilakukan dengan penuh kehati-hatian, dengan pengawasan ketat dari pemerintah daerah,” ujar Wiku.

Dia meminta agar institusi terkait yang melakukan pembelajaran tatap muka tetap waspada dan siap melakukan pengetatan jika diperlukan.

“Untuk instansi pendidikan yang sudah melakukan pembukaan mohon terus waspada dengan situasi terkini dan bersiap dengan pengetatan kembali jika diperlukan melalui screening secara berkala,” pungkasnya.

5 Juta Guru Akan Divaksin Sebelum Sekolah Tatap Muka

Seperti kita tahu bahwa selama pandemi, siswa diharuskan belajar di rumah dengan metode online atau jarak jauh. Tetapi dengan seiring kedatangan vaksin covid-19, maka sekolah tatap muka akan segera dibuka.

Sampai saat ini pelaksanaan vaksin Covid-19 untuk guru dan tenaga kependidikan masih terus berjalan. Rencananya 5 juta guru yang divaksin akan selesai di akhir Juni 2021.

Pelaksanaan vaksin untuk para guru itu mendapat respon dari Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani.

Menurut Laura, meski para guru dan tenaga kependidikan telah memperoleh vaksin, tapi siswa harus menjadi prioritas utama di sekolah saat belajar tatap muka dibuka nanti.

Karena, siswa sangat rentan menjadi carrier Covid-19. Itu yang harus diantisipasi oleh pihak sekolah. “Jadi protokol kesehatan harus dijalankan, menjaga jarak, menggunakan masker paling utama, dan ada fasilitas sanitasi di sekolah,” ungkapnya

Pemberian vaksin untuk guru dan tenaga kependidikan, bilang dia, paling tidak bisa mengurangi risiko penularan virus Covid-19 di sekolah. “Meski tidak 100 persen angka penurunannya, tapi sudah bisa mengurangi dengan adanya vaksin ini,” tegas dia.

Dia juga menegaskan, dengan adanya vaksin guru, maka siswa bisa bertemu kembali temannya di sekolah. “Karena belajar itu tidak bisa selamanya di rumah, mereka (siswa) harus bertemu guru dan teman-temannya di sekolah. Jadi adaptasi kebiasaan baru ini akan berlangsung,” tutur Laura.