Apa Itu Terapi Plasma Konvalesen?

Terlepas dari pro/kontra pelaksanaannya, gimana dan apa sih Plasma Konvalesen itu? Kenapa banyak sekali permintaan kebutuhan donor plasma konvalesen untuk pasien COVID-19? Syaratnya apa aja? Dan banyak lagi pertanyaan lainnya.

Yuk cek bareng fakta2nya. Dikutio berdasarkan akun @covidsurvivor.id

Adalah plasma darah yang diambil dari darah seorang pasien yang sudah sembuh dari infeksi virus dengan tujuan untuk mengambil kandungan antibodi yang dihasilkan tubuh setelah melawan virus. Dalam hal ini plasma darah diambil dari darah seorang pasien yang pernah menderita Covid-19 yang diakibatkan oleh virus SARS Cov-2.

Mengapa Plasma Darah Konvalesen Dibutuhkan untuk Covid-19?

Terapi ini diduga memiliki efek terapeutik karena memiliki kandungan antibodi dari seorang pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 untuk kemudian diberikan kepada pasien yang sedang dalam perawatan akibat Covid-19. Kandungan antibodi tersebut diharapkan dapat membantu proses kesembuhan pasien.

gambar Plasma Konvalesen

Apakah Sudah Terbukti Menolong Pasien Covid-19?

Saat ini terapi tersebut berpotensi mengobati Covid-19 namun belum didukung bukti ilmiah kuat. Cerita kesembuhan setelah menjalani terapi masih berupa testimonial dan tidak dapat dijadikan dasar klaim efektivitas karena pengaruh bias subjektif yang sangat besar dan ketiadaan pengendalian faktor luar

Terapi plasma konvalesen terbukti mencegah keparahan pada pasien yang:
– berusia lanjut, dan
– bergejala ringan, dan
– diberikan dalam waktu < 72 jam setelah gejala muncul, dan titer antibody yang tinggi (> 1:1000)

Apa resiko dan efek sampingnya?
– demam, menggigil
– reaksi anafilaksis
– cedera paru (TRALI)
– kelebihan volume darah (TACO)
– reaksi alergi
– hemolisis
– terpapar virus Hepatitis B, C, sifilis, dan HIV

Kemungkinan terjadi efek samping berat dan serius akibat terapi plasma konvalesen adalah rendah

Apakah Bisa Menggantikan Vaksin?

Tidak bisa, karena fungsi keduanya berbeda. Plasma konvalesen diberikan untuk orang yang sakit sebagai terapi pengobatan sementara vaksin diberikan kepada orang sehat sebagai terapi pencegahan

Bagaimana syarat untuk menjadi pendonor?

– pernah positif Covid-19
– berusia 18-60 tahun
– berat badan > 55 kg
– jenis kelamin pria atau wanita yang belum pernah hamil
– menunjukkan surat hasil tes swab PCR negative
– bebas keluhan dan gejala minimal 14 hari
– tidak sedang mengalami penyakit kritis